Tugas 2
Detail penjelasan terkait :
1. Manajemen Pengendalian Mutu
2. Tepat Biaya
3. Tepat Mutu
4. Tepat Waktu
PENJELASAN :
1. Manajemen Pengendalian Mutu
Rencana manajemen mutu dalam proyek menjelaskan bagaimana persoalan kualitas akan ditangani. Proses yang tercakup dalam pengendalian mutu adalah kegiatan-kegiatan pengukuran dan penjagaan mutu (quality assurance). Pengukuran mutu berbeda untuk masing-masing jenis proyek; pengukuran kualitas untuk sistem software akan sangat berbeda dengan pengukuran kualitas untuk proyek konstruksi dan berbeda pula dengan proyek training.
Pengendalian mutu meerupakan bagian utama agar proyek dapat diselesaikan dengan mutu yang dapat di pertanggung jawabkan memenuhi persyaratan pelanggan terdiri dari :
- Prinsip pengendalian mutu
- Prosedur pengendalian mutu
Prinsip pengendalian mutu upaya untuk mewujudkan salah satu dari tiga sasaran utama manajemen proyek yaitu tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu
Sebagai ulasan pengawasan dan tidak turun tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah ditetapkan didalam dokumen kontrak.
Ada 3 jenis pengendalian :
- Pengendalian mutu bahan baku
- pengendalian mutu bahan olahan
- pengendalian mutu hasil pekerjaan
Tujuan Manajemen Kontruksi
Tujuan manajemen kontruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan untuk keperluan diperhatikan mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan.
2. Tepat Biaya
Tepat Waktu = Tidak boleh melebih anggaran (TIME SCHEDULE)
Tepat biaya merupakan salah satu aspek yang terpenting pada manajemen suatu proyek , Pengendalian biaya juga harus disertai dengan pengendalian waktu, karena terdapat hubungan yang erat antara waktu dan biaya. Hubungan antara waktu dan dan biaya sangat penting dalam perencanaan suatu proyek konstruksi.
Biaya dikeluarkan selama pelaksanaan proyek tidak melampaui perencanaan anggaran yang diperkirakan. Rencana anggaran meliputi biaya-biaya, baik biaya langsung (misal biaya konstruksi) maupun biaya tidak langsung (misal overhead), termasuk kelebihan biaya sebagai keuntungan bagi pelaksanaan proyek.
Biaya proyek secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu :
a. Biaya Langsung (direct cost)
Biaya langsung adalah biaya untuk segala sesuatu yang akan datang menjadi komponen permanen hasil akhir proyek. Biaya lansung meliputi biaya bahan atau material, upah buruh, biaya peralatan, biaya subkontrak.
b. Biaya Tidak Langsung (indirect cost)
Biaya tidak langsung adalah pengeluaran untuk manajemen, jasa untuk pengadaan bagian proyek yang tidak akan menjadi instalasi atau produk permanen, tetapi diperlukan dalam rangka proses pembangunan proyek. Biaya tidak langsung meliputi biaya overhead, biaya tak terduga (contigencies), dan keuntungan/profit.
Biaya langsung dan tidak langsung secara keseluruhan membentuk biaya proyek. Baik biaya langsung dan biaya tidak langsung akan berubah sesuai dengan waktu dan kemajuan proyek. Meskipun tidak dapat diperhitungkan dengan rumus tertentu, makin lama proyek berjalan maka makin tinggi kumulatif biaya tidak langsung yang diperlukan.
Pengendalian Waktu
Untuk Pengendalian waktu dapat digunakan “Time Schedule”, dengan adanya :
Kurva S –> Dengan cara UPDATING dan ANALYSIS VARIAN
Bar Chart
Updating = Menggambarkan/memperbarui TIME SCHEDULE umumnya mingguan.
Analysis Varian = Membandingkan varian yang lama dan varian yang baru
- Macam-macam solusi apabila terjadi keterlambatan waktu :
· Crassprogram
· Re-scheduling
· Re-engineering
Crassprogram : program khusus jangka pendek untuk mengejar ketinggalan. Catatan : Apabila ketertinggalan belum parah.(penambahan waktu jam kerja, penambahan tenaga kerja)
Re-scheduling : Penjadwalan ulang, digunakan apabila keterlambatan sudah banyak, butuh persetujuan owner dan pengawas.
Re-engineering : Mengubah alat kerjanya (pacul menjadi excavator) mengubah bahannya (bekisting kayu plat menjadi bondek), mengubah metodenya.
Crassprogram dapat digabung dengan Re-engineering.
Dengan pengendalian mutu yang baik maka pekerjaan akan lebih cepat selesai, sehingga keuntungan yang didapat adalah :
Menghemat biaya (manajemen, tukang) tapi juga ada uang lembur, karena pekerjaan cepat selesai. Tenaga ahli dapat dialihkan pada proyek lainnya
3. Tepat Mutu
TEPAT MUTU = Tidak boleh menyalahi spesifikasi (RAP dan RAB)
Pengendalian mutu merupakan proses yang sangat penting, dimana menjamin bahwa hasil yang sesungguhnya sesuai dengan hasil yang direncanakan. Pengendalian mutu juga merupakan usaha sistematis untuk menentukan standar hasil yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang metode pelaksanaan, membandingkan pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan koreksi yang diperlukan agar sumber daya dapat digunakan dengan efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.
Pengendalian mutu :
Evaluasi
Pengamatan : Pengamatan atau pengawasan dilakukan langsung dengan mengamati seperti pekerjaan pembesian, pengecoran dan pemasangan bekisting.
Uji Laboratorium : Sampel- sampel seperti beton di uji kekuatan tekannya di laboraturium dan baja di uji kekuatan tariknya.
Laporan : Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir yang dilengkapi dengan foto atau video.
Meeting : Meeting dilakukan mingguan, bulanan, meeting khusus, setelah ada termin, PHO (pre hand over) atau FHO (final hand over).
PHO (Pre Hand Over) = adalah meeting yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan.
FHO (Final Hand Over) = adalah meeting yang dilakukan pada akhir masa pemeliharaan
Dan juga Konsultan perencana melakukan pengawasan berkala agar tau ada spec yang tidak sesuai dengan perencanaannya.
4. Tepat Waktu
Waktu merupakan salah satu aspek yang terpenting pada manajemen suatu proyek, dimana waktu yang sudah digunakan dan yang akan digunakan harus seefektif dan seefisien mungkin. Pengendalian waktu juga harus disertai dengan pengendalian biaya, karena terdapat hubungan yang erat antara waktu dan biaya. Hubungan antara waktu dan biaya sangat penting dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Waktu yang ditetapkan semula dapat terpenuhi atau dengan kata lain proyek terlambat. Keberhasilan proyek dapat didefinisikan dapat memberikan hasil lebih baik dan yang diharapkan atau lebih dari biasanya dalam hal biaya, waktu, kualitas dan keselamatan semua pihak .
Komentar
Posting Komentar