Jelaskan secara detail tentang Analisa rencana waktu skema ‘Network Planning Diagram’, berikut dengan contoh sederhana implementasinya di dalam manajemen waktu proyek.

NAMA: LALU ANDRIA WIRANATA ADI PUTRA

KELAS: 5F

NIM: 2019D1B172

PERTEMUAN - 9

Suatu kegiatan yang merupakan rangkaian penyelesaian pekerjaan haruslah direncanakan dengan sebaik-baiknya. Sedapat mungkin semua kegiatan atau aktivitas dalam perusahaan dapat diselesaikan dengan efisien. Semua aktivitas tersebut diusahakan untuk dapat selesai dengan cepat sesuai dengan yang diharapkan serta terintegrasi dengan aktivitas yang lainnya.

Dengan adanya Network, manajemen dapat menyusun perencanaan penyelesaian proyek dengan waktu dan biaya yang paling efisien. Pada prinsipnya Network tersebut digunakan untuk merencanakan penyelesaian berbagai macam pekerjaan/proyek.

Ahyari (1986: 457) menyatakan :

Pada prinsipnya Network Planning digunakan untuk merencakan penyelesaian berbagai macam pekerjaan, dengan menggunakan Network sebagai alat perencanaan dapatlah disusun perencanaan yang baik serta dapat diadakan realokasi tenaga kerja. Adapun keuntungan menggunakan analisis Network adalah sebagai berikut :

1. Mengorganisir data dan informasi secara sistematis.

2. Penentuan urutan pekerjaan.

3. Dapat menemukan pekerjaan yang dapat ditunda tanpa menyebabkan terlambatnya penyelesaian proyek secara keseluruhan sehingga dari pekerjaan tersebut dapat dihemat tenaga, waktu dan biaya.

4. Dapat menentukan pekerjaan-pekerjaan yang harus segera diselesaikan tepat pada waktunya, karena penundaan pekerjaan tersebut dapat mengakibatkan tertundanya penyelesaian secara keseluruhan.

5. Dapat segera mengambil keputusan apabila jangka waktu kontrak tidak sama dengan jangka waktu penyelesaian proyek secara normal.

6. Dapat segera menentukan pekerjaan-pekerjaan mana yang harus dikerjakan dengan lembur, atau pekerjaan mana yang harus di sub-kontrak-kan agar penyelesaian proyek secara keseluruhan dapat sesuai dengan permintaan konsumen.

Dari berbagai keuntungan penggunaan Network sebagai perencanaan tersebut, maka jelaslah bahwa Network sangat membantu manajemen untuk menyusun perencanaan.

Penyusunan Network Planning 

Menurut Haming dan Nurnajamuddin (2011), langkah-langkah penyusunan diagram jaringan kerja (network planning) adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan visi (vision) dan tujuan (goals) dari proyek, visi dan tujuan proyek akan menjadi dasar perumusan kegiatan. 
  2. Mengidentifikasi pekerjaan yang harus diselesaikan pada proyek yang bersangkutan.
  3. Mengidentifikasi urutan pelaksanaan pekerjaan sehingga pengerjaan berlangsung secara sistematis. 
  4. Mengidentifikasi waktu pengerjaan setiap pekerjaan yang ada. 
  5. Membuat diagram pengerjaan proyek. 
  6. Menetapkan jalur kritis proyek. 
  7. Menghitung standar deviasi jalur kritis proyek. 
  8. Menghitung probabilita penyelesaian proyek sesuai yang diminta oleh pemilik proyek. 
  9. Menghitung biaya nyata proyek. 
  10. Mengevaluasi alternatif percepatan yang mungkin.

Menurut menurut Dimyati dan Dimyati (2011), untuk menggambar dan membaca network diagram yang menyatakan logika ketergantungan, perlu diketahui hubungan antar simbol dan kegiatan yang ada dalam sebuah proyek. Adapun hubungan atau ketergantungan antar simbol dan kegiatan network planning adalah sebagai berikut:

1. Jika kegiatan A harus diselesaikan dahulu sebelum kegiatan B dapat dimulai.

Hubungan Kegiatan A dan B


2. Jika kegiatan C, D, dan E harus selesai sebelum kegiatan F dapat dimulai.

Hubungan Kegiatan C, D, E, dan F

3. Jika kegiatan G dan H harus selesai sebelum kegiatan I dan J.

Hubungan Kegiatan G, H, I, dan J


4. Jika kegiatan K dan L harus selesai sebelum kegiatan M dapat dimulai, tetapi kegiatan N sudah boleh dimulai bila kegiatan L sudah selesai.

Hubungan Kegiatan K, L, M, dan N


5. Jika kegiatan P, Q, dan R mulai dan selesai pada lingkaran kejadian yang sama.

Hubungan Kegiatan P, Q, dan R

Komentar